Malam itu, semua terasa biasa saja. Aktivitas berjalan seperti apa yang biasa dilakukan, hingga seorang sahabat mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi perpesanan instan yang kini banyak digandrungi oleh semua kalangan. Bahkan, seperti infeksi lebih tepatnya yang menjangkit hampir semua orang. Ah, tapi itu juga bukan suatu hal yang penting, yang jelas isi pesan itu memberikan warna tersendiri kala tengah malam ingin berlalu. Singkatnya, sahabat saya Deby memberikan tawaran yang sulit untuk saya tolak, yaitu klinong-klinong (Jalan-jalan). Yap, sudah bisa ditebak saya tidak akan menolak tawaran tersebut karena Deby tau saya
always ready untuk hal semacam itu hehe. Hingga tiba saat jam dinding menunjukkan pukul 01.00 pagi dan sudah dapat ditebak, saya berangkat dengan tergesa-gesa menjemput nabila, kawan dari mojokerto yang lebih terkesan seperti laki-laki daripada perempuan karena perawakannya yang sangar.
Entah, malam itu rasanya semuanya dimudahkan jalanan yang biasanya tidak pernah sepi (Jalan Nasional Malang-Pasuruan) mendadak menjadi sepi sekali, syukurlah saya bisa menarik tuas gas sekencang-kencangnya memacu adrenaline hingga sesekali berdebar-debar saat hampir oleng karena situasi memang malam.
Comments
Post a Comment